Terlambat Bicara
ANAK SAYA TERLAMBAT BERBICARA. KENAPA YA?
Luisa Larasati Wirawan, M.Psi., Psikolog

Hallo LB’s Moms! Seringkali kita bertanya-tanya mengenai perkembangan si kecil, salah satunya perkembangan bicara anak. Apakah anak saya terlambat bicara ya? Apakah seusia anak saya belum bicara itu wajar? Pada umumnya, anak dikatakan terlambat bicara ketika usia 1,5 tahun sudah dapat mengucapkan minimal 5 kata, dan di usia 2 tahun sudah dapat merangkai kalimat sederhana dan sudah dapat memahami pembicaraan orang lain. Lalu, apa penyebab anak mengalami keterlambatan bicara ya?

Terdapat beberapa penyebab anak mengalami keterlambatan bicara, di antaranya:

  • Minimnya komunikasi
    Seringkali orangtua beranggapan si kecil belum dapat berbicara dan belum memahami percakapan orang, sehingga jarang mengajak si kecil untuk berkomunikasi. Terkadang orangtua juga berpikir “ah nanti juga bicara sendiri! Kalau dia sudah bisa bicara, baru aku ajak dia bicara!”. Padahal ketika orangtua mengajak si kecil bicara, orangtua memberikan stimulasi pada si kecil dan si otak si kecil ‘merekam’ perkataan orangtua. Ketika si kecil sudah siap untuk berbicara, ia akan mengeluarkan kata-kata yang sudah ia ‘rekam’ tersebut. Oleh karena itu, sebaiknya orangtua sering mengajak si kecil berkomunikasi dan bermain bersama.
  • Terlalu sering bermain gadget
    Orangtua seringkali memberikan gadget atau membiarkan si kecil menonton TV agar si kecil tidak rewel dan tidak bosan. Dengan memberikan gadget, si kecil hanya menjadi pendengar yang pasif, hanya dapat menerima tanpa mencerna informasi, dan tidak terpacu untuk berbicara. Sebaiknya, orangtua membatasi penggunaan gadget dan lebih sering mengajak anak terlibat dalam percakapan.
  • Perkembangan otot yang lamban
    Salah satu hal yang menyebabkan si kecil terlambat berbicara adalah perkembangan otot yang lamban sehingga si kecil sulit untuk menggerakan mulut dan berbicara. Orangtua dapat membawa si kecil untuk terapi wicara dan melatih si kecil untuk menguatkan otot mulut si kecil.
  • Berbagai macam bahasa
    Salah satu hal yang paling sering ditemui saat ini adalah orangtua seringkali memberikan berbagai bahasa untuk si kecil. Ingin si kecil menguasai berbagai bahasa, orangtua cenderung mengajak si kecil berbicara ‘campur-campur’, campur bahasa Indonesia, kadang diselingi bahasa inggris, mungkin juga ditambah pengasuh yang menggunakan bahasa jawa. Hal lain yang juga sering terjadi, di rumah orangtua berbicara bahasa Indonesia, di sekolah menggunakan bahasa Inggris, sehingga si kecil menjadi bingung dan kesulitan untuk berbicara.
  • Nah moms, jika merasa si kecil mengalami keterlambatan berbicara, sebaiknya orangtua membawa si kecil ke dokter atau psikolog tumbuh kembang anak untuk mendiskusikan solusi yang dapat dilakukan untuk si kecil yang mengalami keterlambatan bicara.